Penjara Banceuy: Situs Bersejarah Tersembunyi di Pusat Kota Bandung

Penjara Banceuy Situs Bersejarah Tersembunyi di Pusat Kota Bandung

Salah satu situs bersejarah yang tersembunyi di pusat Kota Bandung terletak di Jalan Banceuy. Meskipun tersembunyi di antara beberapa bangunan dan toko, Penjara Banceuy tetap menjadi saksi bisu sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Penjara ini digunakan untuk menahan para pribumi yang melakukan tindakan kriminal dan tahanan politik pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Salah satu tokoh penting yang pernah ditahan di sini adalah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Beliau ditahan selama delapan bulan atas tuduhan pemberontakan dan dijerat pasal-pasal karet haatzai artikelen.

Pada akhir Desember 1929, Soekarno bersama tiga rekannya, yaitu R. Gatot Mangkoepradja (Sekretaris II PNI Pusat PNI), Maskoen Soemadiredja (Sekretaris II Cabang Bandung), dan Soepriadinata (Anggota PNI Cabang Bandung), dijebloskan ke Penjara Banceuy. Soekarno menempati sel nomor 5 yang hanya berukuran 2,5 x 1,5 meter, berisi kasur lipat, dan toilet nonpermanen.

Di ruangan pengap inilah Soekarno menyusun pidato pembelaan (pledoi) yang dibacakan pada sidang Pengadilan Hindia Belanda di Gedung Landraad, yang sekarang dikenal sebagai Gedung Indonesia Menggugat di Jalan Perintis Kemerdekaan (dahulu Jalan Gereja). Pledoi berjudul “Indonesie Klaagt Aan” (Indonesia Menggugat) ini menjadi terkenal dan bersejarah.

Saat ini, hanya tersisa sel nomor 5, yang pernah ditempati Soekarno, dan satu menara pengawas di sebelah barat situs ini. Penjara Banceuy kini menjadi situs wisata sejarah yang mengingatkan kita akan perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan.

Loading

Leave Your Comment