Sistem Jaringan jalan Tol di Provinsi Jateng dan DIY

Akhirnya, Pertama Kali Pembangunan Konstruksi Tol Di Jogja || Groundbreaking Tol Jogja Bawen (ss om CT)

Papan Besar Sistem Jaringan jalan Tol di Provinsi Jateng dan DIY terpampang saat peletakan batu pertama Tol Jogja-Bawen di Mlati. Pertama kali dalam dan jadi catatan sejarah Rabu (30/3/2022), Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini akhirnya memiliki jalan tol setelah dilakukan peletakan patok pertama (ground breaking) yang dilakukan di dusun Sanggrahan, Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman, DIY.

Dikutip dari iNews.id Groundbreaking proyek pembangunan tol Jogja-Bawen menandai dimulainya proyek jalan tol yang menjadi proyek strategis nasional. Jalur yang sudah ditentukan bisa berubah, karena banyak situs sejarah. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan, jalan tol Yogya-Bawen merupakan jalur yang luar biasa. Banyak tantangan akan muncul ketika nanti mulai menjalankan proyek tol tersebut. Karena banyak situs-situs bersejarah akan ditemukan dalam proses pembangunan jalan tol ini.

Sistem Jaringan jalan Tol di Provinsi Jateng dan DIY

Dari papan milik kementerian pekerjaan umum dan perumahan rakyat dengan judul Sistem Jaringan jalan Tol di Provinsi Jateng dan DIY ini terlihat Jalan tol di Jawa Tengah dan DIY yang sudah ada yang akan dibangun.

Akhirnya, Pertama Kali Pembangunan Konstruksi Tol Di Jogja || Groundbreaking Tol Jogja Bawen (ss om CT)
Akhirnya, Pertama Kali Pembangunan Konstruksi Tol Di Jogja Groundbreaking Tol Jogja Bawen (ss om CT)

Berikut ini Rincian lengkapnya Sistem Jaringan jalan Tol di Provinsi Jateng dan DIY :

  1. Pejagan – Pemalang, panjang 58 km beroperasi tahiun 2018
  2. pemalang-Batang, panjang 39km, beroperasi tahun 2018
  3. Batang-Semarang, panjang 75km, beroperasi tahun 2018
  4. Semarang A-B-C, panjang 25km, beroperasi tahun 1983
  5. Semarang Demak, panjang 26,7km, Seksi 1 Proses tender (2022) dan rencana beroperasi tahun 2023 (seksi1) / 2025 (seksi2)
  6. Semarang – Solo, panjang 73km, beroperasi tahun 2018
  7. Solo – Ngawi, panjang 90km, beroperasi tahun 2018
  8. Yogyakarta-Bawen, panjang 76km, rencana beroperasi tahun 2024/Q1 (seksi 1), tahun 2014/Q3 (seksi 2,3 dan 6) dan 2025/Q1 (seksi 4 dan 5).
  9. Solo – Jogja – YIA Kulonprogo, panjang 97km, rencana beroperasi 2023/Q4 (seksi 1), 2025/Q3 (seksi 2), 2024 (Seksi3)
  10. Gedebage – Tasikmalaya Cilacap, panjang 206km, rencana beroperasi 2024
  11. Pejagan- Cilacap, panjang 147km, rencana program 2025-2029
  12. Cilacap – Jogja, panjang 167km, rencana program 2025-2029
  13. Demak – Rembang, panjang 90km, rencana program 2025-2029

Hingga Maret 2022 ini ada data sebagai berikut :

  • Total Jalan Tol beroperasi 360km (6 ruas)
  • Status Konstruksi 200 km (3 ruas)
  • Pengadaan lahan 206 km (1 ruas)
  • Rencana Tol 398km (3 ruas)

Ground breaking Tol Jogja-Bawen

Time Line Pembangunan Konstruksi Tol Di Jogja Groundbreaking Tol Jogja Bawen (ss om CT)
Time Line Pembangunan Konstruksi Tol Di Jogja Groundbreaking Tol Jogja Bawen (ss om CT)

Tol Jogja Bawen dikelola oleh PT jasa Marga Jogja-Bawen dengan rencana panjang 75,82km dengan periode konsesi 40tahun. Direncanakan beroperasi pada tahun 2024. Tol ini dibangun denan konstruksi At Grade (Rigid Pavement) dan Elevated (Struktur dengnan lapis ACWC). Tol Jogja Bawen akan memiliki 4 simpang sususn dan 1 buah junction.

Konstruksi Secara teknis Tol Jogja-Bawen

  • At Grade dengan panjang 69,51 km dengan lebar 2×2 @3,6m
  • Elevated / melayang dengan panjang 6,31 km dengan lebar 2×2 @3,6m
  • Tunnel (terowongan), dengan panjang 0,50 km dengan lebar 2×2 @3,6m

Biaya penadaan lahan Tol Jogja_Bawe ini sekitar 7,7T rupiah dan biaya Investasi 14,26T rupiah. Hingga akhir Maret 2022 progress pembebasan lahan untuk seksi1 sudah mencapai 92,28%.

Leave a Reply

Your email address will not be published.