Museum Soeharto Kemusuk sudah Buka Lagi

Museum Soeharto Kemusuk sudah Buka Lagi

Dikutip dari cendananews.com Moseum hm soeharto habis lebaran kembali dibuka omset warung kita argomulyo meningkat. Sementara di kutip dari detik, Jika Kangen Pak Harto? Ada Museum Memorial Soeharto di Bantul. Bagi Anda yang menyukai sejarah, tak ada salahnya mengunjungi Museum Memorial Jenderal Besar HM Suharto di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Di museum ini, pengunjung dapat mengapresiasi perjalanan hidup Presiden ke-2 Indonesia dari kecil hingga akhir hayatnya. Museum Peringatan Jenderal Besar HM Suharto dibangun di kampung halaman Pak Harto, di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Museum ini cukup besar karena dibangun di atas lahan seluas 3.620 m2.

Memasuki kompleks museum, pengunjung akan disambut oleh patung Suharto berukuran besar di bagian depan museum. Di belakang patung terdapat joglo yang berfungsi untuk menonton film tentang Soeharto. Di sini pengunjung dapat mengapresiasi sejarah perjalanan hidup, kiprah, dan prestasi Presiden kedua Republik Indonesia dari masa kecil hingga akhir hayatnya, kata Kepala Museum Gatot Nugroho saat mengunjungi museum. museum beberapa waktu lalu.

Profile Moseum Soeharto kemusuk

Museum Jenderal Besar H. M. Suharto merupakan sebuah bangunan bersejarah berupa museum yang menyimpan kenangan dan peninggalan Jenderal Besar Suharto yang diresmikan pada tahun 2013. Dijelaskan Gatot, museum ini terdiri dari sejumlah bangunan seperti joglo, rumah Notosudiro, rumah Atmosudiro, dan petilasan tempat Soeharto dilahirkan. Gedung Atmosudiro, lanjut Gatot, berada di sisi barat joglo. Nama Atmosudiro sendiri ditulis dari nama kakek Pak Harto.

baca juga : Milad KSR PMI Unit 8 UMBY di Museum HM Soeharto Sedayu

“Di gedung ini, pengunjung akan disuguhi serangkaian visualisasi tonggak penting dalam perjalanan hidup Pak Harto. Didesain dengan teknologi multimedia dan tata ruang yang artistik, seperti berjalan melewati waktu,” ujarnya. Memorial Jenderal Besar HM. Soeharto di Pedukuhan Kemusuk, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul

“Kemudian untuk lorong, karya berupa gulungan film yang dihias dengan sejumlah visualisasi singkat tentang Pak Harto, serta multimedia dengan layar sentuh yang memberikan informasi lengkap tentang museum dan koleksinya,” lanjut Gatot. Selanjutnya, kata Gatot, ada Serangan Oemoem Selasa 1 Maret 1949. Di lorong, pengunjung bisa melihat sejumlah diorama dan lantai interaktif, serta foto-foto dokumentasi peristiwa Serangan Oemoem 1 Maret 1949.

baca juga : Doa bersama 1 tahun meninggalnya Pak Probo

Selanjutnya, dalam Selasar Trikora/Operasi Mandala, karir Pak Harto di militer diperlihatkan. Apalagi karirnya mencuat setelah dipercaya oleh Presiden Soekarno menjadi Panglima Komando Mandala dalam rangka Tri Komando Rakyat (Trikora) Pembebasan Irian Barat.

Selasa Masa Pembangunan menjelaskan bahwa jalur sejarah mengantarkan Pak Harto tampil di pucuk pimpinan nasional. Setelah tragedi nasional G30S/PKI dan keberhasilannya memulihkan stabilitas nasional, Soeharto menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia di era Orde Baru.

“Para pengunjung dapat menyaksikan berbagai foto dan video serta memvisualisasikan keberhasilan Pak Harto dalam menjalankan pemerintahannya di masa Orde Baru,” ujarnya. “Pada akhirnya, visualisasi momen-momen bersejarah dan dokumen penting juga ditampilkan saat Pak Harto menyatakan pengunduran dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia (21 Mei 1998),” tambah Gatot.

Pak SBY saat peresmuan Museum HM Soeharto

Selain itu, di dalam museum juga terdapat Gedung Notosudiro, sebuah bangunan rumah adat Jawa. Menurutnya, nama tersebut diambil dari nama kakek buyut Pak Harto. “Gedung ini terletak di belakang joglo dan menjadi persinggahan tamu dan keluarga. Di depan rumah ada perpustakaan yang berisi buku-buku tentang Pak Harto yang bisa dibaca pengunjung di tempat,” ujarnya.

Sementara itu, tepat di sisi timur Gedung Notosudiro terdapat sebuah sumur yang merupakan satu-satunya peninggalan Soeharto. Saat itu, ada sebuah rumah kecil dengan sumur di sudut rumah. Sumur ini menjadi saksi sejarah lahirnya seorang bayi yang kelak menjadi salah satu tokoh besar Indonesia.

Komentar Netizen

Lokasi pinggir jalan kemusuk lor, tersedia area parkir, tidak ada biaya retribusi/tiket masuk. Bapak petugas sangat ramah menyambut kami, sebagai tanda kedatangan hanya perlu mengisi buki tamu saja. Museum HM Soeharto menyajikan banyak informasi tentang keluarga beliau dan berbagai diorama dan penjelasan ttg beberapa operasi yg pernah dijalankan selama beliau bertugas. Tempat ini menarik untuk menambah wawasan, khususnya bagi generasi milenial yang mungkin kurang mengenal sosok beliau (Pak Harto)

Yunita sari / Google review

Museum ini tempatnya sangat terawat, bersih dan nyaman untuk tempat acara akhir tahun TK atau sekolah.

Sagar Sajangnim / Google review

Leave a Reply

Your email address will not be published.